Cinta dan Tanggungjawab Ayahanda

January 12th, 2009 by loommy

 

unlimited love

unlimited love

Terkadang dalam belajar berteman dan mengenal lingkungan, seorang anak akan mengenal dan membandingkan apa yang dimiliki dengan orang lain. Membandingkan ayahnya yang “hanya” seorang nelayan, petani, atau buruh dengan ayah-ayah lain yang “mungkin” pejabat tinggi di suatu perusahaan/instansi, dst.

Sesaat si anak akan belajar merasakan kecemburuan materi. Sesaat pula si anak berpikir seandainya oh seandainya, ia lahir dari ayah yang lain. Namun, di saat itu si anak akan belajar mengenal sendiri ayahnya adalah seorang yang hebat. Seorang yang bersahaja, jujur, namun selalu mempunyai kasih sayang dan tanggung jawab yang tidak terbatas.

Semoga Allah selalu memberikan hidayah dan ampunan kepada semua orang tua kita..amiin.. :)

sebuah cerita…

November 27th, 2007 by loommy

 

CINTA LAKI-LAKI BIASA

(True Story) [Dari sebuah milis]

Menjelang hari H, Nania masih saja sulit mengungkapkan alasan kenapa dia mau menikah dengan lelaki itu. Baru setelah menengok ke belakang, hari-hari yang dilalui, gadis cantik itu sadar, keheranan yang terjadi bukan semata miliknya, melainkan menjadi milik banyak orang; Papa dan Mama, kakak-kakak, tetangga, dan teman-teman Nania. Mereka ternyata sama herannya. Kenapa? Tanya mereka di hari Nania mengantarkan surat undangan. Read More »

susahnya disipilin…

November 19th, 2007 by loommy

demokrasi  

Banyak orang ngobrolin soal demokrasi, ideologi, dan banyak hal yang non-teknis lainnya..namun saya koq tergelitik sama artikel di sini, yang intinya adalah kesalahan bangsa kita karena kurangnya disiplin dalam berbagai hal. Di dalam artikel itu Om Li  (mantan PM Singapore) bilang :  

“Yang dibutuhkan Asia bukan demokrasi tetapi disiplin!”  

 hehe.., bener juga kata-kata si Om itu klo saya pikir, disiplin itu modal dasar agar semua hal yang direncanakan berjalan dengan baik. Tapi jujur aja, klo disiplin itu ngomongnya sih guampaaang…tp pelaksanaannya, wew luar biasa…buat saya terutama, susaaah…banyak kegagalan dalam hidup saya juga karena kurang disiplin. Ga perlu lah saya sebut satu persatu (saking banyaknya hehehe..) tapi saya akui hal itu. Disiplin terkait juga dengan lingkungan tempat kita tinggal walaupun bukan sebuah kemutlakan.Berusaha Disiplin!, itulah yang ada dalam pikiran saya kali ini. setidaknya saya mulai berusaha disiplin soal lampu lalu lintas, ngga ngeblong lagi (90% sukses, 10% karena terpaksa hehe), berusaha sholat tepat waktu, buang sampah di tempat sampah, dll. yang jelas dari yang terkecil dan paling gampang lah. semoga lama-lama bisa mendidik diri saya ini supaya lebih disiplin.mari kita belajar disipilin….yuk yak yuuuk…