plantangan oh plantangan..itulah sebabnya ak ngga suka kamu!

September 30th, 2007 by loommy

yang mana kamu??

Secara umum, menurut Mas Arisatya, priayang menganggap komitmen sebagai mimpi buruk, terbagi dalam 3 kelompok. Coba cermati, ada dalam kelompok manakah priabelahan jiwa Anda. Mereka adalah:

Kelompok Hijau (green type)

Kelompok ini adalah kelompok paling umum sekaligus yang paling bisa dimengerti oleh kaum wanita. Biasanya mereka yang berada dalam kelompok ini adalah para pria yang masih ‘hijau’ dengan range umur antara 25-32 tahun (tapi, umur biologis tidak sepenuhnya menjadi patokan lho). Ciri khasnya adalah belum mantapnya status karir dan finansial mereka. Keadaan kantong mereka yang belum stabil dan terus menerus berfluktuasi merupakan penyebab utama mengapa pria-pria ini cukup merasa tegang saat Anda menyebut kata ‘pernikahan’.

Sejak ribuan tahun sebelum masehi hingga ribuan tahun setelah masehi, yang
namanya pria selalu berlomba-lomba menunjukkan sisi kenjantanannya. Salah
satu parameter ‘jantan’ atau tidaknya mereka (dalam sudut pandang mereka
sendiri) terletak pada kemampuan mereka dalam memenuhi kebutuhan pokok (sandang,
pangan dan papan) bagi istri dan anak-anaknya. Nah, bagi pria yang belum memiliki karir dan status finansial yang jelas, menikah merupakan suatu beban yang sangat berat. Terbayang di benak mereka betapa akan hancur harga diri mereka jika ternyata di kemudian hari gagal memberikan yang terbaik bagi si wanita. Kita harus tahu, bahwa harga diri adalah salah satu hal yang paling dijunjung tinggi oleh para pria.

Read More »

Indonesia yang Miskin ‘engineer’

September 27th, 2007 by loommy

nganggur dab..

Daya serap tenaga kerja untuk setiap 1 persen pertumbuhan ekonomi, merosot dari 500 ribu tenaga kerja menjadi sekitar 240 ribu tenaga kerja. Tidak aneh jika jumlah pengangguran terbuka mengalami lonjakan dari 9.1 juta orang pada 2002 menjadi 10.5 juta orang pada Februari 2007. (http://www.suaramerdeka.com/cybernews/harian/0605/19/nas5.htm)
===========================================================

Yaps, negara ini membutuhkan banyak sekali engineer untuk pembangunan. Kita melihat fenomena saat ini dimana engineering di bidang telekomunikasi begitu diperebutkan oleh vendor dan operator telco. Bagaimana tidak, jika pasar telco di Indonesia ditargetkan mencapai separuh dari populasi penduduk alias 100juta pengguna telepon? Bandingkan dengan Hongkong yang ‘hanya’ mempunyai 8 juta pengguna telepon (ya maklum laah, warganya juga berapa..). Wajar saja potensi pasar Indonesia sangat menjanjikan bagi stakeholder telco tersebut.

Di bidang lain misalnya, drilling engineer (minyak bumi & gas) terbaik Indonesia banyak yang bekerja pada perusahaan asing. Dan perusahaan tersebut menggaji engineer indo dari hasil kerjasama dengan pemerintah Indo yang diwakili oleh Pertamina. Ya, tentu saja menggaji engineer indo tidaklah seberapa dibanding keuntungan yang dikeruk dari ladang Indonesia. Bandingkan dengan Pertamina versi Malaysia (Petronas) yang mempertahankan engineer2-nya dengan gaji dan fasilitas yang tinggi, agar mereka tidak masuk ke perusahaan asing. Dan akhirnya terwujudlah ikon Malaysia, Petronas Twin Tower.

Di bidang yang saya tekuni saat ini yaitu IT, para engineer juga tak bisa banyak bergerak karena pemerintah ‘ngga’ mau menciptakan peluang kerja bagi para sarjana. Lihat saja, contoh terdekat di sekolah tingkat menengah (misalnya), sarana dan prasarana IT berikut pengembangannya dilakukan oleh guru. Konsekuensinya adalah, guru tidak dapat fokus untuk mengolah materi ajarnya, bagaimana membuat materi tersebut menarik, mudah dipahami, dan tidak membosankan, melainkan harus belajar bagaimana membuat web, instalasi jaringan, e-learning, dll. Karena smuwamuwa udah dilahap guru, alhasil pekerjaan yang dihasilkan pun kurang optimal, membuat produk-produk IT sekenanya, semampunya, dan ketika kritik datang, dengan enteng dijawab ‘namanya juga baru belajar…!’, hahaha..(mau sampe kapan Om/Tante belajarnya, keburu mengorbankan 10 generasi anak didik Anda, baru Anda bisa membuat sistem dan developing IT dengan benar dan baik. Walaupun saya yakin banyak juga yang berjuang mati-matian membawa anak didiknya ‘melek IT’.

Read More »

Kita Punya Jutaan Pasukan ‘Kamikaze’

September 8th, 2007 by loommy

sperma

Buat para lelaki (para cewe juga boleh klo pengen nambah ilmu, ilmu apa yaa..??? hehe) pasti udah banyak yang tau klo kita sebenarnya selama ini telah diikuti oleh jutaan pasukan kamikaze yang setia menunggu di ‘barak’. pasukan ini diproduksi tiap hari sesuai pesanan dan masukan dari tubuh kita. kalau kita memasukkan sesuatu yang tidak berguna (baca : makanan kurang gizi), maka para kamikaze kita akan kurus2 dan lemah (atau letoy…om). terkadang saking semangatnya, produksi pasukan kamikaze ini melebihi dari daya tampung ‘barak’, dan dalam kondisi seperti itu, kita-kita ini para lelaki sering dihadapkan pada kondisi yang berbahaya, stress, dan sewaktu-waktu bisa meledak saking sesaknya.

Terutama kamu para plantangan (baca :lelaki), jangan pernah merasa takut, karena di ‘bawah’ kita tersimpan jutaan pasukan yang siap bertempur mengorbankan jiwa dan raga nya (kamikaze). pergunakan pasukan kita untuk medan perang yang sesungguhnya, pasti saatnya akan tiba InsyaAllah. Ingat-Ingat!! Jangan medang perang tetangga lowh ya..!! hahaha..

Terakhir buat para pemilik medan perang, tunggu kami akan segera berangkat tepat pada waktunya..>!!